Jokowi: Kalau Ada Orang yang Bilang Harga di Pasar Mahal, Saya Protes

SimponiNews.com – Capres nomor urut 01 Joko Widodo kembali menyinggung soal blusukan ke pasar tradisional. Menurutnya, kegiatan tersebut sudah dilakukannya sejak masih menjabat Wali Kota Solo. Jadi, blusukukan bukanlah hal baru baginya.

“Dari dulu juga di pasar, sejak di Wali Kota (Solo), bukan akhir-akhir ini,” ujar Jokowi saat menghadiri HUT ke-18 Metro TV di kantor Metro TV di Jakarta Barat, Senin (26/11).

Selain blusukan untuk memantau harga, ia juga selalu membeli sejumlah bahan makanan dari para pedagang. Hal itu dilakukan lantaran harga di pasar tradisional murah.

Oleh karena itu, ia protes jika ada yang mengatakan barang-barang di pasar mahal. Sebab pernyataan itu bisa membuat masyarakat menghindari pasar tradisional dan berimbas pada pendapatan pedagang.

“Kalau ada orang yang menyampaikan barang di pasar tradisional mahal, ini yang saya protes di sini,” kata Jokowi.

“Itu kampanye harga di pasar tradisional mahal nanti ibu-ibu bisa ke supermarket. Kan enggak seperti itu. Sehingga saya infokan banyak yang murah, turun, biar pasar tradisional ramai,” jelasnya.

Jokowi menjelaskan bahwa adanya naik-turun harga di pasar merupakan hal yang lumrah. Saat ini harga kebutuhan di pasar juga stabil.

“Misal ada bayam satu ikat Rp 2.000, kangkung sekitar Rp 2.000, oke. Pindah lagi ke tempat lain, ayam. ‘Ayam naik turun? Naik Pak, dulu Rp 28.000 sekarang Rp 32.000’. Artinya memang ada kenaikan dan biasa yang namanya barang pas suplai banyak pasti turun, kalau kurang pasti naik,” pungkasnya.