57 Kontailner Kayu Ilegal Asal Papua Senilai 16 Milyar Digagalkan di Makassar

SimponiNews.com –  Makassar – Ditjen Gakkum LHK bersama Lantamal VI Makasar, Armada ll TNI AL didukung tim gabungan berhasil mengamankan 57 kontainer kayu illegal dari Papua di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makasar.

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK, Rasio Ridho Sani mengatakan kayu merbau 57 kontainer tersebut diperkirakan lebih dari 914 Meter kubik dengan nilai diperkirakan minimal 16,5 Milyar Rupiah.

“Sangat kuatir dengan kerusakan lingkunga hidup yang masih marak terjadi di Tanah Papua,” katanya

Ia menyatakan penyelamatan SDA tanah papua menjadi sangat prioritas. Menindak Ianjuti laporan Dinas Kehutanan Provinsi Papua dan Ditjen Gakkum KLHK.

“Kami melakukan analysis data dan operasi intelijen, pada akhir bulan desember Ditjen Gakkum LHK menemukan adanya indikasi pengangkutan kayu merbau illegal dari pelabuhan Jayapura dengan tujuan Surabaya sebanyak 57 kontainer,” ungkapnya

Atas hasil anailisa tersebut, Direktorat PPH memerintahkan Balai Gakkum Wilayah Sulawesi melakukan operasi peredaran kayu illegal dengan didukung Lantamal VI Makasar, Bea Cukai Makasar, KSOP Makasar, Operasi ini berhasil mengamankan 57 kontainer yang diangkut dengan Kapal SM di Pelabuhan Sukarno Hatta.

Sementara Kepala Balai Gakkum KLHK Wil Sulawesi Muhammad Nur, menyatakan setelah melakukan pengecekan dan melihat fisik kayu.

“Maka kami segera melakukan pengamanan barang bukti di Pelabuhan Makasar dan menindak lanjuti secepatnya proses penegakan hukum dengan segera melakukan penyelidikan terhadap semua pihak yang terkait,” kata Muhammad Nur.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ir. Sustyo lriyono, menyatakan bahwa komitmen pemerintah dalam penyelamatan Sumber Daya Alam akan selaku ditingkatkan dan dilakukan berkesinambungan.

Rangkaian penyelamatan SDA Papua ini dilakukan bersama seluruh stakeholder mulai dari KPK, Ditjen PHPL, TNI AL, Ditjen Hubla, Ditjen Bea Cukai dan Pemerintah Daerah.

Penyelamatan SDA Tanah Papua dimulai dengan post audit terhadap 10 industri di Papua dan menemukan pelanggaran berat, dilanjutkan dengan pada awal Desember 2018 berhasiI mengamankan 40 kontainer di Pelabuhan Surabaya, dan hari ini menangkap dan menahan 57 kontainer.

Dari hasil analisis-kita upaya yang kita lakukan ini telah memberikan efek dan tekanan pada pelaku dan mafia illegal logging, namun demikian kami belum puas, kami bersama tim gabungan akan tetap memberantas sampai hilangnya mafia-mafia yang sangat merugikan negara dan merusak sumber daya alam kita.