Mengudara 12 Menit, Batik Air Balik ke Landasan,Kok Penumpang Seperti Naik Pete-pete ?

SimponiNews.com –¬†MAKASSAR,– Sebagai penumpang mobil angkutan umum (angkot pete-pete) biasanya diturunkan oleh sopir karena adanya kejanggalan pada mobil yang ditumpangi. Sopir tidak melanjutkan perjalan karena kuatir dengan dampak pada penumpang dan mobilnya itu sendiri.Perihal ini serupa jika jadi penumpang dalam penerbangan, seperti dalam peristiwa dalam penerbangan batik air yang mengudara hingga 12 menit hingga tiba-tiba saja balik ke landasan pacu.

Penumpang pun terpaksa diturunkan dari pesawat itu. Namun tak berlangsung lama penumpang kembali dinaikkan dengan pesawat yang sama dengan registrasi yang berbeda, dengan demikian kejadian ini pihak maskapai pilot sebenarnya melakukan perihal itu agar tidak berdampak pada keselamatan penerbangan.

Demikian perihal itu diungkapkan Davidson Aritonang yang dikonfirmasi atas kejadian itu,Deputy GM Perencanaan dan Evaluasi Operasi AirNav Cabang MATC ini menjelaskan, bahwa kejadian penerbangan itu betul saja terjadi jika pesawat batik air kembali mendarat setelah terbang sekitar 12 menit di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar,Rabu (9/1),sekitar pukul 10.17 Wita.

“Kejadian itu merupakan hal yang biasa demi untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dalam penerbangan.Memang pesawat terpaksa Return To Base (RTB) atau balik ke landasan pacu dan Pesawat mendarat kembali pukul 10.17 Wita setelah terbang pada pukul 10.05 Wita. Kemudian pesawat diganti. Pesawat sebelumnya bertujuan ke Jakarta. Tapi ada yang janggal sehingga pihak maskapai langsung memilih kembali kelandasan pacu demi keselamatan penerbangan,selanjutnya pesawat diganti dengan tipe yang sama dengan registrasi yang berbeda menggunakan pesawat Air Bus 320, Batik Air dan berangkat sekitar pukul 11.50 Wita tadi,” kata Davidson saat ditemui awak media di Bandara Hasanuddin Makassar Rabu (9/1)

Menurut Davids jika sebelumnya pesawat Batik Air memutuskan untuk kembali ke bandara keberangkatan,dikarenakan ada masalah teknis terkait dengan indikator kargo doornya.

“Begitulah saat penerbangan ketika pilot pesawat merasa ada yang janggal dalam penerbangan tentunya memilih dalam keselamatan penerbangan dan memutuskan kembali yang kemudian pesawat diganti dengan pesawat sejenisnya dan mengudara pada pukul 10.17 menit Wita.Menjelang siang.Hal itu juga pilot komunikasikan ke pihak MTC alasan pihaknya kembali ke bandara karena menghindari dampak dari penerbangan.Dia (pilot) mengutamakan keselamatan dalam penerbangan, “jelas david lagi.

Davidson mengungkapkan jika kesalahan dalam penerbangan itu bukan kesalahan teknis pada mesin.Namun pintu kargo,”Pintu kargo yang bermasalah bukan mesin sehingga dengan kejadian itu sang pilot memilih keselamatan dalam penerbangan.Nah hal inilah dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,bahwa setiap kejadian yang terjadi dalam pengoperasian suatu pesawat terbang memang lumrah terjadi,” ungkapnya