Pemilik Sabu 1 Kg Libatkan 3 Oknum Satpol PP Makassar Jadi Tersangka

SimponiNews.com  – MAKASSAR – Satuan Res Narkoba Polres Parepare merilis penangkapan tersangka Muhlis (27) warga Kabupaten Pinrang yang menyelundupkan sabu masuk ke Pare-pare untuk tiga orang oknum anggota Satpol PP Makassar.

Ketiga oknum honorer Satpol PP tersebut masing-masing, Faisal Ramadhan (30) Dendi (28) dan Irwan (26). Ketiga oknum itu terlibat sebagai kurir diduga terlibat jaringan sabu 1 kg di Parepare.

Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi mengatakan kronologis penangkapan pada saat itu KM. Bukit Siguntang dari Tarakan Kalimantan Utara tanggal 02 Januari 2019 sekitar pukul 21.00 wita berlabuh di Pelabuhan Nusantara Parepare.

“Selanjutnya anggota Polres Parepare melakukan pemeriksaan barang bawaan salah satu penumpang kapal tersebu ditemukan Narkotika Jenis Shabu seberat 1 (Satu) Kilogram,” kata AKBP Pria Budi Rabu (9/1/2019)

Tas Ransel yang berisi sabu itu dibawa oleh tersangka MH berupa 1 Kg narkotika jenis sabu-sabu, 1 Buah Tas Ransel, 3 Unit Handpone, uang tunai sebesar 1 Juta rupiah Uang, 1 Buah Sarung Bantal, serta 1 Buah Timbangan.

“Malam itu juga kita langsung amankan dari hasil pemeriksaan ternyata penjemput ini tidak kenal dengan tersangka, ketiga orang tersebut diberikan uang senilai Rp 500.000 sebagai ongkos perjalanan dari Makassar menuju Parepare,” ungkap Budi.

Ketiga oknum Satpol PP itu mengaku disuruh oleh seseorang yang yang mengaku saudara tersangka Muhlis yang sampai saat ini masih dalam pengejaran

“Sementara ketiga orang ini (satpol PP) masih dijadikan sebagai saksi dalam perkara tersebut,” kata Budi

Menurut keterangan tersangka bahwa barang haram tersebut akan dibawa ke Makassar. Sementara si pemilik barang Rijal hingga saat ini masih dalam pengejaran.

“Ini memang agak berubah modusnya operandinya karena biasanya yang kami ungkap barag tersebut dibawa ke Kabupaten Pinrang dan Sidrap, ini kalau di analogikan sekitar sepuluh ribu orang yang berhasil kita selamatkan setelah barang ini kita gagalkan di Kota Parepare,” ungkap Budi

Pasal yang dikenakan adalah pasal 114 ayat 2, pasar 112 ayat 2 dan 132 ayat 1 Undang-undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.