BNNP Sulsel Gagalkan Sabu 4 Kilo dan 3 Tersangka

SimponiNews.com – Makassar -Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP) ungkap tindak pidana Narkotika jenis sabu seberat 4 kg dari tangkapan terhadap tiga kawanan pelaku.Dua pelaku merupakan pasangan suami istri (pasutri) bersama satu rekannya.Dia adalah pasangan suami istri (pasutri) ini Muhammad Taqdir bin Rahmat (41),Syamsiah (33),keduanya warga Jalan Batua Raya III Lorong IV,Keluarahan Batua,Kecamatan Manggala sementara satu rekannya bernam ABD.Jalil (45),warga Jalan Kalimantan Nomor 99 Kompleks PU,Kecamatan Ujung Tanah.

Terungkapnya kasus Narkotika ini berawal dari laporan Masyarakat menyebutkan bahwa akan ada transaksi Narkotika di Wilayah Maros.Informasi kemudian ditindak lanjuti Tim Bidang Pemberantasan BNNP Sulsel untuk menyelidik.Tiga Tim diturunkan melibatkan pihak Kejaksaan Negeri Maros dan Polres Maros.

“Ketika kami membentuk tiga tim dari hasil koordinasi kami ke pihak Kejari Maros dan Polres Maros,selanjutnya tiga tim ini disebarkan melakukan razia dan penyisiran untuk mengendus jejak persembunyian pelaku Narkotika itu,dalam razia yang digelar depan Kantor Kejari tak berbuah hasil terhadap orang yang kami buru itu.Dari sini selanjutnya Tim Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Sulsel melakukan penyelidikan di Hotel Grand Town Mall Maros. Disini diduga tempat singgah orang yang dicurigai itu,”beber Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi selatan (BNNP) Brigjen Pol Idris Kadir didampingi Kabid Pemberantasan BNN,AKBP Ustim Pangaraian,saat merilis pengungkapan kasus ini di Kantor BNNP Sulsel,Jumat (11/1/2019)

Kata dia,Untuk memastikan lagi keberadaan pelaku tim melakukan koordinasi pihak Hotel Grand Town Mall Maros pada Kamis Malam (10/1),”Dari hasil koordinasi dilakukan ke pihak Hotel,selanjutnya Tim Bidang pemberantasan melakukan penyisiran berhasil mengendus orang yang diburu itu setelah terkuak jika didalam kamar 403 orang yang diburu itu tengah berada didalam.Tanpa menunggu lama penggeledahan dilakukan.Hasilnya pasutri berhasil diamankan,”jelasnya.

Dari tangan pasutri ini sambung dia.Turut diamankan barang bukti yang dikuasainya berupa satu  bungkus Narkotika jenis sabu seberat brutto 800 gram,satu bungkus Narkotika jenis sabu seberat brutto 1000 gram,kemudian satu bungkus Narkotika jenis sabu seberat brutto 1000 gram,selanjutnya 4 bungkus Narkotika jenis sabu seberat brutto  total 200 gram,saru buah timbangan,tiga lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Selain itu barang bukti lainnya berupa dompet berisikan kartu Anjungan Tunai Mandiri beraga(ATM) beragam jenis yakniAtm  BNI, BCA, BRI dan kartu identitas,dan berupa dompet lagi berisi kartu ATM,Dua buah buku rekening Bank BNI,satu buah BRI,kemudian satu unit Mobil Toyota Avanza dan dua buah BPKB.

“Setelah barang  bukti diamankan dilokasi,selanjutnya Pasutri bersama barang bukti yang dikuasainya digiring ke Kantor BNNP Sulsel untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan,sementara satu orang kurirnya yang merupakan warga Ujung Tanah bernama Jalil juga diamankan,”ungkapnya

Menurut Pasutri lanjut Brigjen Pol Idris Kadir jika barang haram yang diamankan tersebut merupakan barang haram miliknya yang di peroleh dari Kabupaten Wajo.

“Usai Pasutri yang berprofesi tukang timbang emas ini bernyanyi.Dia kemudian digiring dalam pengembangan penunjukan sang bandar yang disebutkan itu.Hanya saja pasutri berdalih bahwa barang haram itu.Ia dari jaringannya  yang ada di Malaysia.Lalu masuk ke Pare-pare hingga ke Kabupaten Wajo.Ternyata sabu itu setelah ia dapatkan dari Kabupaten Wajo.Ia kemudian menginap di Hotel Maros.Nah saat di Hotel disana (Maros) ia mengemas sabu-sabu seberat 4 Kg itu dalam kemasan kecil seberat 50 sampai 40 gram.Kasus ini masih dalam pengembangan keterlibatan pelaku lainnya,”pungkasnya