Inilah Pelaku Begal Sadis, Membuat Jari Korban Nyaris Putus

SimponiNews.com – Makassar – Aparat kepolisian dari Rwsmob Polsek Panakkukang yang diback up Timsus Polda Sulsel berhasil mengungkap pelaku pencurian dengan kekerasan (Begal) yang mengakibatkan 2 Jari korban nyaris Putus, Rabu (13/3/2019) sekitar pukul 01.00 Wita.

Al Fajrin alias Riri (24) Warga Tidung Mariolo kota Makassar merupakan pelaku begal berhasil dibekuk dirumahnya usai melakukan aksi begal dijalan Adhy Aksa kota Makassar dengan menarik paksa hendphone korban seorang wanita dengan menggunakan pisau dapur hingga dua jari tangan sebelah kiri nyaris putus.

Korban yang sempat viral di medsos akhirnya terungkap berkat kerja keras aparat kepolisian dari Resmob Polsekta Panakkukang yang Dipimpin Ipda Roberth Hariyanto Siga yang diback Timsus Polda Sulsel.

Ipda Roberth Hariyanto Siga menerangkan tersangka yang berhasil kami amankan merupakan pelaku begal sadis yang tak segan segan melukai korbannya dengan senjata tajam berupa pisau dapur.

Tak hanya itu pelaku mengakui perbuatannya Saat beraksi bersama Rekannya KC yang kami jadikan DPO. Dengan jumlah 8 TKP baik wilayah hukum Polsek Panakkukang, Polrestabes Makassar dan Polres Gowa.”kata Roberth

Hasil pengembangan kami berhasil mengamankan barang bukti berupa , 1 buah pisau dapur, 1 buah hp merk oppo dan1 buah sepeda motor merk satria fu.”tegas Roberth.

Selanjutnya pengembangan berikutnya tersangka mencoba mengelabui polisi sehingga kaki kiri tersangka kami lumpuhkan saat tembakan peringatan tak diindahkan, akibat luka dideritanya terpaksa kami larikan ke rumah sakit bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis,”tutup Roberth.

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap membenarkan bahwa tim lapangan kami bersama Timsus Polda Sulsel telah mengamankan tersangka pencurian dengan kekerasan (Begal) yang kerap melakukan aksinya di wilayah,hukum Polsek Panakkukang dan wilayah lainnya.

Ananda menambahkan bahwa tersangka yang kami amankan akan kami terapkan pasal 365 dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun penjara.