Alumni 98 SMP 1 Bontotiro, Bersedekah Kepada Fakir Miskin dan Warga Miskin

SimponiNews.com – Makassar – Selain dikenal sebagai syahru shiyam, syahru qiyam, dan syahru Qur’an, Ramadhan juga masyhur dengan syahru muwasah (bulan bersimpati dan menolong) kepada fakir miskin dengan berbagi dan bersedekah. Dan bersedekah ini, termasuk salah satu dari amal utama di bulan  yang sangat mulia ini.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Shadaqah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadhan.” (HR. al-Tirmidzi dari Anas)

Inilah yang membuat Komunitas Alumni 98 SMP 1 Bontotiro yang sedianya mengadakan Reuni Jilid 2 kemudian merevisi agenda dengan mengalihkan dana persiapan reuni untuk disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.

Kebetulan di penghujung Ramadhan ini terjadi musibah robohnya rumah akibat hujan yg deras di sertai angin kencang salah seorang warga di Desa Tritiro kalumpang Kec bontotiro kab bulukumba yang bernama Hadinang beliau berumur kurang lebih 80 th dimana anak dan menantunya merantau di dobo dan tinggal seorang diri di rumah tersebut Kejadian tersebut tidak disia-siakan oleh Komunitas berbasis alumnus ini menjadikan momentum tersebut untuk berbagi.

Mereka memfokuskan bantuan pada terpenuhinya keburuhan primer korban. Karenanya bingkisan yang didonasikan berupa sembilan bahan pokok dan sejumlah uang tunai.

Selain berbagi pada korban rumah yang roboh akibat tingginya intensitas hujan, KA 98 SMP Bontotiro jg membagikan bingkisan kepada warga yang kurang mampu di sekitar sekolah yang menjadi almamater mereka.

Tak kurang dari 10 paket yang dibagikan pada kegiatan yang bertajuk *Bakti Sosial Peduli Sesama* ini.

Warga yang menerima dan yang turut hadir dalam penyerahan paket-paket itu sangat mengapresiasi kegiatan yang dimotori oleh Muhammad Naswar cs. Mereka berharap lebih banyak lagi komunitas yang mengadakan kegiatan serupa.

Muhammad Naswar yang dikonfirmasi terkait kegiatan ini megatakan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Komunitas Alumni 98 SMP Bontotiro agar kesan reuni bukan hanya ajang hore-hore melainkan mampu memberi manfaat bagi banyak orang.

Kegiatan ini ditutup dengan Buka Puasa bersama di salah satu Resto yang cukup populer di Bulukumba.