Aktivis Mahasiswa Mengecam Keras Pembanguan Patung Panglima Perang China Kwan Sing Tee Koen

SimponiNews.com – Tuban – Pembangunan patung panglima perang china Kwan sing tee koen yang tingginya 30,4 meter pada sebuah klenteng tubang jawa timur yang di resmikan Ketua MPR-RI Zulkifli hasan. mendapat kecaman keras dari Aktivis mahasiswa kota makassar, Sulawesi Selatan.

Yudha salah satu Aktivis Mahasiswa kota makassar menganggap bahwa ini adalah merupakan pelecehan terhadap cita-cita pejuang bangsa ini, indonesia berdiri dari pejuang nasionalis bukan pejuang Negara komunis china.

pendirian patung tersebut bernilai politis dari pada nilai keagamaan “Untuk apa di bangun patung jendral perang komunis china di indonesia, ini indonesia bukan China” dan kenapa Ketua MPR-RI zulkifli hasan yang meresmikan, ini ada apa…?

Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) di dirikan oleh putra-putri bangsa Indonesia dengan darah dan air mata (merdeka atau mati) bukan orang china karena itu tidak boleh ada pahlawan bangsa lain (China) yang di agungkan di republik ini.

Bangsa Indonesia tidak mengenal panglima perang yang bernama Sing Tee Koen, panglima perang bangsa indonesia adalah panglima Besar Jendral Sudirman dan pahlawan nasional lainnya.

Pemerintah (TNI-POLRI) seharusnya melarang pembangunan patung tersebut karena jangan sampai putra-putri bangsa ini lebih mengenal pejuang bangsa lain dari pada pejuang bangsa kita sendiri. Secara tidak langsung bangsa luar sudah mendoktrin generasi muda indonesia dengan gerakan bawah tanah (underground) negara penganut paham Komunis dan tentunya merupakan ancaman bagi kedaulatan NKRI, Paham Komunis sangat bertentangan dengan amanah UUD 1945 dan Pancasila.

Pemerintah jangan tinggal diam dan segera menurungkan patung tersebut karena sangat tidak sesuai dengan jiwa nasionalisme bangsa ini, seandainya patung ini di bangun di Kota makassar maka kami mahasiswa makassar tidak akan tinggal diam.

Penulis : Kang Memed

Editor   : Jane Juliana