Kemenangan Poram di Gurabati Open Turnament (GOT) Menjadi Hadiah HUT Poram Ke-61 Thn 2017

SimponiNews.com Maluku Utara. Perhelatan Pertandingan sepak bola di kejuaraan Gurabati Open Turnament (GOT) Ke XXIV di Kota Tidore Kepulauan menjadi sejarah kemenangan salah satu team sepak bola yang ikut bertanding dengan menggalahkan lawan lawanya dari awal hingga akhir fainal pertandingan mulai Rabu (26/06/2017) hingga berakhir Minggu (23/07/2017) di lapangan Gurabati Tikep, dan diikuti dari berbagai daerah di Provinsi Maluku Utara.

Persatuan Olahraga Mareku (Poram) team sepak bola dari desa kecil di Mareku Kota Tidore Kepulauan dengan semangat juang bagaikan banteng, merenggut piala bergilir dan menyabet juara satu kejuaraan sepak bola Gurabati Open Turnament (GOT) 2017 dengan menggalahkan lawan-lawannya yang begitu tak kalah kuatnya,

Dari Hasil wawancara kami (red) tentang Poram, dengan Manager Poram Bapak H. Umar Ismail, SH. selepas acara HUT Poram ke 61 di Mareku (30/07), menyampaikan perkembangan Poram merupakan suatu organisasi sosial kemasyarakatan generasi muda mareku, orientasi kegiatannya adalah olahraga yang lebih spesifik lagi adalah sepak bola.

Nama Poram berawal dari nama Al-Hilal, lahir pada 1946 sebuah nama terinspirasi dari berdirinya pesantren di mareku, digagas oleh Dr. Hasan Busori salah satu tokoh penggerak kemerdekaan yang hadir di negeri ini dalam rangka memperjuangkan kawasan timur indonesia.

Acara Hari Ulang Tahun Poram ke 61 pada hari Minggu 30 Juli 2017, pukul 21.00 WIT. Kelurahan Mareku Kota Tidore Kepulauan. Acara yang di pandu oleh Ayu Nurizah sebagai MC dan di mulai dgn menyanyikan lagu indonesia raya berjalan lancar dan aman

Turut hadiri juga mantan Walikota Tikep dua periode Bapak Drs. H. Ahmad Mahifa, dan juga seluruh masyarakat mareku serta para undangan, Acara dibuka langsung oleh pimpinan Poram Bapak H. Umar Ismail, Penyampaian Pesan dan kesan dari pemain senior di sampaikan oleh Zulham Zamrun, mengucapkan banyak terima kasih terhadap seluruh masyarakat kelurahan mareku atas doa dan dukungannya sehingga kami bisa mencapai keberhasilan di Gurabati Open Turnament 2017 dan paling saya banggakan adalah suporter kelurahan mareku.

Saya datang ke mareku karena kehendak saya sendiri, saya selama bermain di (GOT) Gurbati baru bersama poram saya bisa memberikan gelar dan terima kasih kepada masyarakat mareku yg telah menerima saya sebagai keluarga mareku, dan kedepannya jika saya bisa bergabung lagi saya tidak perlu meminta bayaran untuk poram mareku, tetap saya akan bersedia tuturnya.

Pesan dan kesan juga disampaikan oleh official dan team pelatih yg di sampaikan Ir. Ansar Gunawan, menyampaikan, karena malam ini adalah refleksi poram….

Allahumagfirlahu Allahumagfirlaha artinya bahwa poram itu sistem, itu jati diri poram itu adalah legenda, poram adalah identitas. Secara singkat ketika org tanya poram, saya cuman bilang ada, memang nama klub yg identik dengan sebuah organisasi besar dan juga menjadi jembatan dalam interaksi sosial poram yang kemudian membangun nilai-nilai persahabat dan humanisme yang telah diikrar 60 tahun lalu hingga sekarang.

Pada Acara HUT Ke 61 Poram, pada pembukaan Penyampaian Sambutan oleh ketua Poram Mareku, H. Umar Ismail SH, ucapanya.

Terima kasih atas dukungan dan doa sehingga kesebelasan kesayangan kita dapat meraih kemenangan di Gurabati Open Turnament (GOT) 2017,

Marilah kita sebagai generasi penerus kita ingat Dodia Gosimo (bahasa Tidore “jangan lupa orang tua” Red.) kiranya perlu merenungi kembali makna dari Borero Gosimo (bahasa tidore “nasehat orang tua”. red) dgn jiwa dan semangat serta keinginan yg kuat merupakan ikatan kita sebagai seorang pemuda dan pemudi mareku, anak Bangsa Indonesia yang penuh dengan semangat juang yang tinggi…..!.

Lanjutnya Ko Umar, begitu biasa beliau di sapa, mengenai filosofi sepak bola, saya bersepakat dgn official dan team pelatih Poram, Ir. Ansar Gunawan atau biasa di sapa Ko An, bahwa kemenangan sepak bola ditentukan oleh skil para pemain, jika itu berimbang maka ditentukan oleh stamina para pemain dan pasti disiapkan oleh pelatih jika itu masih tetap sama kekuatannya maka kemenangan terakhir ditentukan oleh penerapan strategi dan taktik oleh tim pelatih sambil tidak mengabaikan keberuntungan itu dari Allah S.W.T,

Maka jangan sampai kita sudah tidak lagi memperhatikan keadaan yang ada kampung ini, ini perlu kita renungkan para tokoh masyarakat tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda. Lanjutnya,

Menurut Ketua Poram, sudah sewajarnya kita sebagai generasi penerus membenahi kembali tatanan kampung ini sehingga kampung ini kembali seperti dahulu mari kita junjung kembali demokrasi kita yg sudah mulai luntur dengan bersatu padu membangun kembali kampung ini agar tercipta kembali kerukunan yg dulu pernah menjadi suatu kebanggan kampung ini, yaitu rukun dan sopan santun karena poram pada tahun 2018 mendatang.

Sebagai juara bertahan, maka tiga bulan sebelum pelaksanaan kegiatan perlu kita siapkan segala kebutuhan termasuk kaos suporter dan lain-lain.

Di Akhir penyampaiannya Ko Umar mengutip kata dari Proklamator Indonesia, Bung Karno. “Beri Aku 1000 Orang Tua Niscaya Aku Cabut 1000 dari Akarnya dan Beri Aku 10 Pemuda Maka Akan Ku Goncangkan Dunia ini.

Berlangsungnya Acara HUT di akhiri dengan sambutan kepala kelurahan Mareku bapak H. Gani Ali S.T. tuturnya, saya atas nama masyarakat kelurahan mareku mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak ketua poram beserta official dan paling penting kepada pemain Alhamdulillah, kalian telah mengangkat derajat kelurahan mareku di bidang olahraga untuk tahun 2017 sungguh hebat, artinya antusias masyrakat mareku menyambut kali ini beda dgn yg lalu-lalu, karna masyarkat sangat gembira dengan momen kemenangan Poram kali ini bertepatan dengan HUT Ke-61 Poram 2017

Merupakan hadiah terbesar bagi kami, untuk itu saya sangat harapkan bila perlu piala ini tetap di Mareku, namun untuk mengenang torang pe’ perintis poram yg dulu dorang bentuk ini poram, ketua-ketua yang lalu, yang sudah almarhum mendahului kita. Sebab apa….?

Ketua poram dari dulu sampai sekarang sudah ketua ke 10, oleh sebab itu saya minta untuk mengirimkan Alfatiha untuk mereka-mereka yang sudah mendahului kita. Lanjutnya,

Orang mareku itu, sebenarnya sikapnya ramah, yg dia pe’ pokok yg penting, jangan ganggu torang orang mareku kalau berani ganggu berarti roje sudah, kalau berani orang mareku kaco berarti rotan jawa dapa, orang mareku kalau orang ganggu berarti akan roje kiri kanan, diharapkan kepada ade-ade jangan mendahului kalau dorang ganggu, berarti tong bage tuturnya. (dialeg daerah.red).

Penulis : Kang Memed

Editor    : Ratna Komalasari