Begal Sadis yang Tebas Kedua Tangan Korban, Polisi Tembak Pelakunya

SimponiNews.com – Makassar – hanya dalam waktu 1×24 jam Timsus Polda Sulsel yang back up Timsus Polsek Rappocini berhasil meringkus tersangka pencurian dengan kekerasan (begal) sadis ditempat persembuyiannya. Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 01.00 Wita.

Kasus begal yang sempat viral di medsos seorang ibu paruh baya mengalami luka sabetan parang kedua tangannya lantaran berusaha mempertahankan barang berharga miliknya di jalan Minasa Sari Kecamatan Rappocini kota Makassar.

Tim gabungan Timsus Polda Sulsel dan Timsus Polsek Rappocini langsung bergerak mengejar pelaku yang diduga warga Santaria Kecamatan Makassar, namun kedua tersangka tidak berada dirumahnýa.

Polisi bergegas menuju jalan Daeng Ramang Kecamatan Biringkanayya diduga salah satu tersangka bersembunyi dirumah neneknya.

Saat polisi sudah mengepung rumah yang jadi target, tersangka Putra alias Aco (18) Warga Santaria ini malah asik memutar lagu “Goyang Dumai” sambil bergoyang ria diduga baru usai mengkomsumsi Narkotika Jenis Sabu.

Dirinya pun kaget saat polisi sudah berdiri didepan pintunya sambil ikutan goyang sejenak sebelum meringkusnya.

Dari hasil keterangan saat dilakukan interogasi, mengakui perbuatannya bersama rekannya Bagong yang waktu bersamaan diringkus Resmob Polda Sulsel. Ia pun mengakui berperan sebagai eksekutor dan memarangi korbannya dan mengambil tas berisikan 1 unit Handpone, uang Rp. 250 ribu dan surat berharga.

Polisi pun langsung melalukan pengembangan pencaharian barang bukti menuju jalan Santaria, namun dalam perjalanan dirinya berhasil melarikan diri dengan memberontak sehingga kendali motor petugas yang digunakan terjatuh.

Ia memanfaatkan kabur dari kawalan polisi, terjadi adu sprint sambil memberikan tembakan peringatan namun tak membuat nyalinya ciut tetap terus berlari. Sehingga dengan terpaksa tindakan tegas dan terukur mengarahkan moncong pistol ke arah bagian kaki kiri dan kanan untuk menghentikan langkahnya.

Spontan tersangka ini kembali goyang dumai sambil merintih kesakitan memegangi kakinya, polisi pun langsung melarikannya ke rumah sakit bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.

Selanjutnya tersangka digelandang ke Mapolsek Rappocini guna proses hukum lebih lanjut dengan disertai barang bukti 1 unit hp, tas, motor dan senjata tajam jenis parang yang digunakannya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan bahwa Timsus Polda Sulsel dan Resmob Polda Sulsel berhasil mengamankan terasangka pencurian dengan kekerasan masing-masing satu orang.

Kedua tersangka akan dijerat pasal 365 KHUP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara minimal.”kata Dicky

Untuk proses hukumnya sudah ditangani pihak Polsek Rappocini.”tutupnya