Saatnya PSM Makassar Harus Juara

SimponiNews.com – Makassar – SELASA  (6/8/2019) tepat di partai final Piala Indonesia 2018, tropy juara yang pernah diboyong ke Makassar telah berusia 19 tahun 14 hari. Terakhir PSM Makassar meraih gelar juara pada 23 Juli 2000.

Adalah duet pelatih  Syamsuddin Umar dan Henk Wullems yang membawa Pasukan Ramang  menjadi Campiun Liga Indonesia musim 1999-2000.

Syamsuddin Batola (belakang) yang saat ini menjadi salah satu asisten pelatih Darije Kalezic, Anzar Abdulah (kiper) Ronni Ririn (belakang) dan kawan-kawan saat itu enjadi bagian dari skuad Juku Eja. Gelar juara itu diraih setelah mereka membungkam Pupuk Kaltim (PKT) Bontang dengan skor tipis, 3-2 pada

Kondisi saat itu mirip seperti yang dirasakan pencinta PSM saat ini. Mereka juga haus juara. Bedanya saat itu PSM puasa gelar selama 8 tahun. Sebelumnya belum pernah lagi juara setelah gelar tersebut diraih pada 27 Pebruari 1992 oleh Faisal Maricar dan kawan-kawan.

Delapan tahun menanti hingga akhirnya Bahar Muharram yang saat ini jadi asisten pelatih PSM bersama Mustari Ato dkk membawa PSM juara.

Kini 19 tahun telah lewat. PSM kembali telah berada di partai final leg kedua Piala Indonesia 2018. Wiljan Pluim dan kolega akan menjamu tamunya Persija Jakarta pada partai final Piala Indonesia 2018. Stadion Mattoanging salah satu stadion bersejarah di negeri ini kembali akan menjadi saksi sejarah.

Lawan yang dihadapi bukan tim asing di mata publik sepakbola Makassar. Sebuah laga klasik dua tim era Perserikatan, kembali tersaji.

Seru, itu sudah pasti. Juga dijamin akan berlangsung panas. Sebab kedua tim sama-sama ingin meraih gelar. Kedua tim juga punya alasan berbeda. Persija berambisi mengawinkan gelar juara Liga 1 2018 dan juara Piala Indonesia 2018. Sementara PSM memang benar-benar punya ambisi besar karena ingin mengakhiri dahaga gelar selama 19 tahun. Inilah moment yang tepat. Jangan tunggu 20 tahun.

Berkaca pada gelar yang diraih PSM pada 1992 atau 27 tahun lalu dan musim 2000 atau 19 tahun lalu. Saat itu materi Pasukan Ramang terbilang pas-pasan. Tapi mereka mampu mempersembahkan gelar juara. Itu  karena idealisme Siri na Pacce.

Bandingkan dengan materi pemain yang ada saat ini. Sejumlah pemain PSM adalah eks pemain timnas. Di barisan depan ada Ferdinand Sinaga dan M Rahmat. Di tengah Rezky Pellu dan Rasyid Bakri serta pemain muda potensial Asnawi Mangkualam, putra legenda PSM Bahar Muharram. Di belakang ada Abdul Rahman.

Di sisi lapangan sang arsitek Darije Kalezic adalah pelatih yang kaya pengalaman. Dua asistennya Bahar dan Syamsuddin Batolla sama-sama punya pengalaman membawa PSM jadi kampiun. Inilah salah satu tim terbaik yang pernah dimiliki PSM sejak lahir 1915. Jika masyarakat berharap lebih, tentu itu hal yang wajar.

Darije memahami keinginan publik sepakbola tanah Bugis akan pentingnya gelar juara. Apalagi 19 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah penantian. Karena itu ia mengaku akan memaksimalkan final leg kedua Piala Indonesia ini.

Kekalahan 0-1 yang diterima timnya pada leg pertama ketika berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta tak membuatnya pesimis untuk merengkuh trofi juara.

“Kami sudah tidak sabar lagi memulai pertandingan. Tim sudah berlatih cukup baik. Saat ini saya fokus pada tim. Kami bertarung untuk trofi tersebut setelah 19 tahun agar bisa menang dan juara,” tegas Darije pada jumpa media Senin (6/8/2019) sore di Stadion Mattoanging.

Untuk memastikan timya benar-benar siap Darije tak mau mengumbar strategi yang akan digunakannya.

“Formasi, strategi, akan Anda ketahui satu jam sebelum pertandingan,” ujar dia, serius.

Ia juga enggan membuka siapa pemain Persija Jakarta yang nantinya bakal mendapat perhatian khusus.

“11 pemain Persija kita waspadai. Tren buruk di laga kami sebelumnya, mungkin jadi respon kurang baik untuk mereka. Namun kami tidak lihat itu. Kami fokus 100 persen ke pertandingan besok,” tegas dia lagi.

Pada pertandingan nanti, PSM Makassar dipastikan tak bisa turun dengan kekuatan terbaiknya. Karena gelandang Marc Klok harus absen karena akumulasi kartu.

Tapi darije tidak kwatir. Sebab ada beberapa nama yang berpotensi menggantikan peran Marc Klok. Diantaranya M. Arfan, Rasyid Bakri atau bahkan Asnawi Mangkualam yang selama ini kerap dipasang sebagai wing back. Ia bisa dikembalikan ke posisi aslinya sebagai gelandang.

Nah, tunggu apa lagi. Jangan tunggu 20 tahun. Kini, saatnya PSM Juara.