Prajurit Kapal Perang Kal Mamuju II-6-64 Sulap Sampah Kayu Jadi Karya Bernilai Seni Tinggi

SimponiNews.com – Makassar, Prajurit Kapal Perang KAL (Kapal Angkatan Laut) Mamuju II-6-64 menyulap sampah kayu menjadi kerajinan yang bernilai seni. Rabu (28/08/2019).

Sampah kayu yang biasanya menjadi salah satu jenis sampah kiriman yang mengapung di laut dan bibir pantai Jalaria Lantamal VI ternyata bisa diolah menjadi kerajinan bernilai seni tinggi. Sampah kayu tersebut yang berasal dari sisa- sisa penebangan kayu di hutan terbawa melalui aliran sungai akhirnya sampai ke laut.

Komandan KAL Mamuju II-6-64 Mayor Laut (P) Andi Johan menuturkan awalnya prajurit saya mulai mengolah sampah kayu ini karena prihatin melihat banyak sampah kayu yang terapung di laut dan sebagai sudah terdampar di pantai Jalaria Lantamal VI. Mungkin ini adalah sisa-sisa kayu penebangan yang tidak terpakai. “Awalnya dari prihatin karena melihat sampah kayu terapung di laut dan bibir pantai Jalaria Lantamal VI dan diawali cuma coba-coba membuat karya seni menggunakan sampah kayu ini dan ternyata hasilnya sangat luar biasa” jelasnya.

Dari tangan – tangan prajurit kapal perang KAL Mamuju II-6-64 inilah , sampah kayu ini berhasil disulap menjadi karya seni bernilai tinggi. produknya seperti perlengkapan rumah tangga, miniatur rumah, asbak, kursi, hingga hiasan sudut ruangan. Hasil karya seni dari Sampah kayu dikatakan Mayor Laut (P) Andi Johan tidak kalah kualitasnya dengan karya seni kayu olahan lainnya.

Bahkan sampah kayu yang didapat di laut dan di pantai ini sudah melewati proses pengawetan alami karena terendam air laut. Proses ini diyakini menyebabkan kayu awet terhadap serangan rayap dan sejenisnya ujar Komandan KAL Mamuju II-6-64 dengan sedikit bergurau.