Polsek Enrekang Bekuk Predator Sex Anak, Cabuli 10 Siswa

SimponiNews.com – Enrekang – Tak manusiawi perlakuan warga asal dusun Laporan desa Temban bernama Mansyur alias Majju bin Narra (48 th) tega perlakukan praktek seksual menyimpang terhadap siswa SLTP dan SLTA yang rata rata berumur 15 tahun.

Korban perlakuan seksual sejenis (sodomi) yang diperbuat pelaku yang pernah merantau di Malaysia itu nyaris tak tercium masyarakat sekitarnya, hingga akhirnya setelah bertahun dilakukan sementara melapor korban lebih 8 orang bahkan lebih jadi mangsanya.

“dari hasil penyelidikan pihak polsek menangani kasus ini terdapat 8 orang siswa SLTP dan seorang siswa SLTA dan mereka rata rata berumur 15 tahun telah menjadi korban perbuatan seksual menyimpang pelaku ini,” ungkap Plh.kapolres Enrekang AKBP. Mohammad Fitrah Soleh,SIk saat press release di mako polres setempat.

Diterangkan AKBP Fitrah, perbuatan pelaku dalam praktek kejahataannya sulit dipantau masyarakat sekitar karena profesi kesehariannya membuka usaha dagang Bakso dan rental play station. Dari kedok usahanya banyak menarik minat anak desa tersebut untuk belanja sekaligus bermain game.

Dari keterangan korban diketahui jika usahanya sebagai pancingan untuk menarik mangsa, dengan dirayu makanan dan bermain game gratis serta diberi uang pada korban senilai 50 ribu sampai 100 ribu guna melampiaskan setiap hasrat praktek seksual menyimpang yang berulang kali oleh Mansyur yang kini tersangka.

“korban diimingi makanan bakso dan main game gratis juga uang dari 50 sampai 100 ribu, supaya hasrat tersangka ini tersalurkan dan dampaknya diantara korbannya ini sudah terserang penyakit siphylis sudah ditangani medis, hal ini tindak perbuatan pidana cabul tersangka diancam pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,”jelas AKBP Moh Fitrah S.

Olehnya itu, dalam kasus pencabulan melibatkan anak dibawah umur koordiansi dijalin bersama Dinas pemberdayaan dan perlindungan anak (P3A) untuk mendampingi termasuk perawatan medis pada korban siphylis.

Selanjutnya kronologis penangkapan tersangka diterangkan kapolsekta Enrekang AKP Antonius Tutleta,SPd didampingi pula penyidik kanit Aiptu Syafruddin, Briptu Muh.Suyuti,SH mengatakan, pengungkapan awalnya dari medsos dan laporan masyarakat sekaitan bolosnya anak sekolah di SLTP Temban hingga pemecatan siswa.

Kata AKP Antonius T, Siswa yang berhentin sekolah ini ternyata diselidiki tim polsekta Enrekang gemar bermain game di tempat tersangka Mansyur. Berangkat dari rumahnya berseragam sekolah, akan tetapi tidak sampai sekolah karena bujuk rayu tersangka meracuni niat belajar menjadi kelakuan menyimpang.

“Korban putus sekolah inilah dari hasil pendekatan penyidik dan informasi masyarakat terungkap sejumlah siswa terjerat dan sementara ini 8 orang positif korban data lengkap dan masih bisa bertambah sampai 10 orang mengaku diperbuat sodomi begitu,”jelasnya.

Untuk penangkapan sekitar jam 23.30 wita, tersangka ini dirumahnya tanpa melakukan perlawanan dan langsung dilakukan interogasi intensif penyidik polsek Enrekang dan mengakui perbuatannya.

Penulis : Indra Ramadhan