Cuplikan Sepakan Video Aksi Mahasiswa Makassar Bentrok Dengan Polisi

SimponiNews.com – Makassar – Aksi Mahasiswa Makassar menolak kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat dengan mengeluarkan peraturan baru berujung bentrok selama sepekan, Minggu (29/9/2019).

Pada tanggal 24/9/2019. Aksi unjuk rasa Mahasiswa Seluruh kota Makassar yang diperkirakan berjumlah sekitar 16 ribu orang yang hendak menduduki kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung ricuh. Hujan batu pun mengarah ke gedung DPRD dibalas aparat kepolisian dengan menembakkan gas air mata dan Water Canon.

Polisi memukul mundur Mahassiswa dari depan gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan sampai dibawah jembatan fly over.

Mahasiswa membentuk barisan pertahanan dengan membagi dua kelompok dari arah jalan Urip sumoharjo dan jalan AP Pettarani dan bentrok susulan pun terjadi hingga malam hari. Jalur arus lalu lintas lumpuh total se kota Makassar.

Kemudian pada tanggal 26/9/2019. Aksi Damai Mahasiswa didepan gendung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan bersama pelajar. Dicederai oleh para pelajar yang melempari polisi dengan batu yang berada dalam gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Polisi pun berhasil mengamankan 13 pelajar yang tertangkap tangan melakukan pelemparan batu dan menggunakan busur.

Pada tanggal 27/9/2019 Mahasiswa bersama pelajar dan warga menyerang polisi dengan melempari batu, petasan, bom molotov dan busur dibawah jembatan fly over.

Bentrokan pun tak terhindarkan hingga arus lalu lintas jalan Urip Sumoharjo dan AP Pettarani kembali lumpuh total. Dimana dua lokasi tersebut menjadi obyek bentrokan.

Polisi hanya menembakkan gas airmata dan Water canon kepada Mahasiswa untuk memukul mundur agar arus lalu lintas kembali normal digunakan pengguna jalan.

4 jam lamanya bentrokan terjadi, Polisi berhasil memukul mundur dan bentrokan pun berkesudahan.

Penulis : Sampara