Di Hari Sumpah Pemuda Lantamal VI Bangkitkan Jiwa Nasionalisme Pemuda Dengan Kunjungi Kapal Perang

SimponiNews.com – Makassar, Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91 Tahun 2019 dan bangkitkan jiwa nasionalisme kepada pemuda, Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) kenalkan Kapal Perang Angkatan (KAL) Mamuju-II-6.64 kepada para pelajar Kota Makassar di Dermaga Layang Mako Lantamal VI . Senin (28/10/2019)

Kali ini yang mendapat kesempatan untuk melaksanakan kunjungan ke kapal perang Angkatan Laut adalah siswa–siswi SMA Zion Kota Makassar yang berjumlah 212 orang murid dan didampingi oleh 10 orang guru pendamping.

Siswa-siswi SMA Zion Kota Makassar yang beralamat di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar sangat antusias dan bersemangat menjelajahi kapal perang Kal Mamuju-II-6.64 sambil menyimak penjelasan dari para prajurit KAL Mamuju-II-6-64 yang memandu mereka.

Selain kunjungan ke kapal perang, para siswa–siswi SMA Zion juga melaksanakan kunjungan Ke Naval museum Lantamal VI dan melihat dari dekat Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal Makassar.

Aspotmar Danlantamal VI Kolonel Laut (P) Suratun S.H mengatakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda Ke-91 Tahun 2019, Lantamal VI Makassar membangkitkan jiwa nasionalisme dan tingkatkan cinta tanah air di kalangan pemuda dalam bidang kemaritiman dengan mengajak pemida dan mengenalkan Kapal Perang Angkatan Laut, sejarah TNI AL kepada generasi penerus bangsa.

“Indonesia adalah salah satu negara maritim terbesar dunia, yang juga memiliki nenek moyang pelaut. Kepada generasi muda penerus bangsa harus lebih mengenal kemaritiman dengan lebih baik, dengan kondisi 2/3 wilayah Indonesia merupakan perairan, maka dari itu TNI Angkatan Laut harus semakin kuat dan menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia,” Ujar Aspotmar Danlantamal VI.

Peringatan 91 tahun Sumpah Pemuda tahun 2019 menjadi momentum baik bagi bangsa Indonesia untuk selalu menjalin persatuan dan kesatuan bangsa dalam setiap lini kehidupan.

“Api semangat para pemuda yang pada 91 tahun lalu yang berhasil mempersatukan Indonesia dari suku, agama dan kedaerahan harus tetap menggelora pada saat ini maupun masa depan,” tuturnya.