Mahasiswa Wija To Luwu Mendesak Gubernur Sulsel Menepati Janjinya Pemelaran DOB Luwu Tengah

SimponiNews.com – Makassar – Gerakan Mahasiswa Wija To Luwu kembali Menyampaikan Aspirasi Depan Kantor Gubernur Dengan Tertib dan damai senin,18/11/2019.

Guna mendesak Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah,untuk segera menepati janjinya terkait Pemekaran DOB Luwu Tengah Melalui Jalur Diskresi(Kebijakan Khusus).

Desakan dari Gerakan Mahasiswa Wija To Luwu untuk keduakalinya dilakukan dalam bentuk demonstrasi di Kantor Gubernur Sulsel yang Tergabung Dari Perwakilan 24 Lembaga Tana Luwu yang berkedudukan di Kota Makassar Ungkap Harman Pasande Sekertaris Jendral Pengurus Pusat IPMIL Yang Juga Putra Walmas.

Lanjut Jenderal Lapangan Muhammad Robin Burinda Aksi Kami Ini semata Mata murni hanya meminta Pemekaraan DOB.Kab.Luwu Tengah tidak Ada keinginan yang lain sembari kami memperingati tragedi pelanggaran HAM Walmas Berdarah. Namun Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah tidak menemui massa aksi.

“Kemarin pada saat aksi pertama, karena Gubernur Sulsel tidak menemui kami, asisten II Pemprov Sulsel mengatakan akan mempertemukan kami dengan Gubernur hari ini. Namun ternyata itu cuma janji manis sebagaimana janji Gubernur yang sebelumnya berkomitmen ingin melakukan pemekaran DOB Luwu Tengah pada saat kampanye,” Tadik yang menerima aspirasi kami kepala kabag pemerintahaan provensi Sulawesi selatan yang berjanji siap mempertemukan kami dengan gubernur sulawesi selatan berapa hari kedepan untuk berdialog dasar Itulah massa demonstrasi aksi hari ini Dapat kemabali ke Asrama Dan Secretariat masing masing.

Tidak Ada lagi alasan pihak gubernur tidak serius bersama Sama memperjuangkan Dob.Kabupaten Luwu tengah apakah kesalahan Dan ketidak adilan akan terjadi lagi untuk wija to luwu di era kepemimpinan seorang prof yang notabenenya berlatar belakang Akademisi
Karna Secara Administrasi Itu suda memenuhi sayarat Dan Dan layak di mekarkan sebagaimna suda di keluarkannya RUU Ampres 2014 untuk pemekaraan Dob.Kabupaten Luwu Tengah Tutup Ketua PP IKPM WALMAS.