Danlantamal VI tutup Secara Resmi Latihan Operasi Gabungan Terpadu Gulben Palu Koarmada II Tahun 2019

SimponiNews.com – Makassar, Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI ) telah sukses mengelar Latihan Operasi Gabungan Terpadu Penanggulangan Bencana (Gulben) Palu Koarmada II Tahun 2019 bertempat di Markas Komando (Mako) Lantamal VI Makassar, Rabu (27/11/2019).

Dalam upacara penutupan tersebut bertindak sebagai Inspektur upacara (Irup) adalah Komandan Lantamal VI Makassar Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas dan sebagai Komandan Upacara adalah Kolonel Laut (P) Ardhi Sunaryo,S.T., M.M yang dalam kesehariannya menjabat sebagai Asops Danlantamal VI Makassar.

Danlantamal VI pada upacara penutupan latihan, saat membacakan amanat Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto, SE., M.M. mengatakan pelatihan penanggulangan bencana merupakan elemen yang sangat berperan dalam meningkatkan upaya kesiapsiagaan secara sistematis dalam membangun kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Lebih lanjut dikatakan, pengalaman menunjukkan bahwa kehancuran akibat bencana dapat secara drastis dikurangi jika ada kesiapan dalam penanggulangannya. Kondisi wilayah Palu secara geografis, geologis, hidrologis dan demografis merupakan wilayah yang rawan terjadinya bencana sehingga perlu dilakukan latihan penanggulangan, ujar Danlantamal VI membacakan Amanat Pangkoarmada II.

“ Walaupun latihan ini belajar dari pengalaman bencana Palu di tahun 2018 namun bukan berarti bahwa latihan ini hanya dapat diaplikasikan pada bencana Palu. Latihan ini harus diartikan sebagai latihan penanggulangan untuk seluruh bencana dimanapun yang disebabkan oleh alam” Ujar Laksma TNI Hanarko Djodi Pamungkas membacakan amanat Pangkoarmada di hadapan peserta upacara.

Pangkoarmada II melalui Danlantamal VI berharap dengan adanya latihan penanggulangan bencana alam tersebut para peserta dapat meningkatkan kemampuan profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana alam jika sewaktu waktu terjadi sesuai standar prosedur yang berlaku.

Latihan yang dilaksanakan ini selain personel dan material Lantamal VI juga melibatkan personel dan material dari TNI AD , TNI AU dan Polri wilayah Makassar, serta beberapa instansi terkait lainnya. Hal ini dilakukan mengingat bencana alam sangat memerlukan sinergitas dalam penanggulangannya.

Selama mengikuti latihan operasi gabungan terpadu penanggulangan bencana Palu Koarmada II Tahun 2019 yang di gelar sejak tanggal 18 November sampai dengan 27 November 2019 tersebut, para peserta telah mendapatkan materi tentang Penyusunan Pengambilan Keputusan Militer (PPKM), 11 langkah Operasi Militer Selain Perang (OMSP), Pembuatan Rencana Operasi (RO),Penyusunan Rencana Rinci Satgas SAR, Satgas Evakuasi, Satgas Kesehatan, Satgas Pengungsi, Latihan SAR Laut, SAR Darat korban Bencana, Latihan Evakuasi Laut, Evakuasi Darat Korban Bencana, Latihan Penanganan Kesehatan di Laut dengan Kapal Rumah Sakit, Penanganan Kesehatan di Darat dengan Rumkitlap, Latihan Penanganan Pengungsi, pelayanan dan Fasilitas Posko Pengungsi di Darat, Evaluasi Latihan dan penyelesaian laporan pelaksanaan .

Turut hadir dalam penutupan latihan operasi gabungan terpadu penanggulangan bencana Palu Koarmada II Tahun 2019 tersebut Pangdam XIV Hasanuddin, , Pangkosekhanudnas II, Kaskoopsau II, Danlanud Sultan Hasanuddin, Wadan Lantamal VI, Para Asisten Danlantamal VI, Dansatrol Lantamal VI, Kafasharkan Makassar, Para Kadis dan Kasatker Lantamal VI, Wadir polair Polda Sulsel, Danwing II Paskhas, Kabid Kedaruratan BPBD Prov. Sulsel, Kasi SDM Basarnas Makassar, serta sejumlah undangan.