Kembali Beraksi, Residivis Pencurian Dilumpuhkan Timah Panas

SimponiNews.com – Makassar – Resmob Polsek Panakkukang terpaksa melumpuhkan timah panas residivis pencurian lantaran mendorong petugas saat pengembangan, Rabu (27/11/2019)

Bakri Alias Tallasa (38) Warga jalan Sukaria 13 kota Makassar kembali berurusan dengan hukum setelah ketahuan melakukan pencurian handphone di Counter Hp jalan Urip Sumoharjo.

Ia dengan mudah diamankan oleh Resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Ipda Roberth Hariyanto siga sebagai Panit dan Didampingi Danteam Bripka Dzulqadri di kediamannya setelah melihat rekaman CCTV.

Pelaku yang diketahui baru saja lepas dari jeruji penjara kasus pencurian ban dan pelek mobil yang hanya menjalani hukuman hitungan bulan dan kembali melakukan aksi pencurian yang dimana catatan kriminalnya dan identitasnya blom asing diingatan personil Resmob Polsek Panakkukang.

Saat dirinya diamankan petugas. Ia memperlihatkan muka lugu tanpa melakukan perlawanan ternyata idu hanya kedok. Saat dilakukan pengembangan, tersangka ini memanfaatkan kelengahan petugas saat pencaharian barang bukti dengan mendorong petugas dari atas motor untuk berusaha kabur.

Tembakan peringatan spontan terdengar dan berharap tersangka menyerahkan diri namun tak diindahkan, tembakan terukur dan tepat sasaran terpaksa dilakukan, Terdengarlah suara jeritan dari jarak 250 meter memanggil nama neneknya.

Saat polisi mendekat ternyata kaki kanan pelaku sudah terkena timah panas dan dilarikan ke rumah sakit bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.

Panit Resmob Polsek Panakkukang Ipda Roberth Hariyanto siga menerangkan bahwa benar kami telah mengamankan pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) yang merupakan residivis kasus yang sama yakni pencurian.

Ia pernah kami tangkap pada tahun 2019 terlibat kasus pencurian ban dan pelek mobil yang hanya menjalani hukuman penjara hitungan bulan, kemudian kami tangkap lagi terlibat kasus pencurian handphone di sebuah counter Hp.”kata Roberth

Tersangka sendiri kami lumpuhkan timah panas kaki sebelah kanan lantaran berusaha kabur saat dilakukan pengembangan dengan mendorong salah satu personil kami.”tegas Roberth

Kemudian kami jebloskan ke dalam sel Mapolsek Panakkukang sambil menunggu proses pemeriksaan dan terancam pidana 7 tahun.”tutupnya

Penulis : Sampara